!!> Epub ➥ Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi: Otobiografi Parlindoengan Loebis ➤ Author Parlindoengan Loebis – Buyprobolan50.co.uk

Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi: Otobiografi Parlindoengan Loebis Otobiografi Parlindoengan Loebis Ini Adalah Satu Satunya Buku Yang Mengisahkan Pengalaman Aktivis Kemerdekaan Indonesia Di Negeri Belanda Yang Menjadi Ketua Perhimpunan Indonesia PI Dan Berjuang Melawan Fasisme Di Tingkat Internasional, Kemudian Tertangkap Dan Menjalani Hidupnya Di Kamp Konsentrasi Nazi Pembaca Dapat Mengikuti Riwayat Hidup Loebis Yang Diliputi Kejadian Kejadian Mengerikan Dalam Gaya Penceritaan Yang Lugas, Tidak Diperindah Secara Sastra, Namun Memperoleh Dimensi Yang Lebih Mengerikan Lagi Menyangkut Kehidupannya Ketika Disekap Dalam Kamp Konsentrasi Belanda Yang Terkenal Kejam Di Schoorl Dan Amersfoort, Dan Di Jerman, Yaitu Di Buchenwald Dan Sachsenhausen, Sampai Kapitulasi Jerman Bulan Mei 1945 Satu Satunya Otobiografi Yang Unik Yang Menjadi Suara Serta Gambaran Yang Khas Di Antara Suara Dan Gambaran Yang Mayoritas Telah Dituliskan Oleh Ex Concentratiekamp Nazi Yang Selama Ini Di Dominasi Oleh Orang Eropa.


10 thoughts on “Orang Indonesia di Kamp Konsentrasi Nazi: Otobiografi Parlindoengan Loebis

  1. says:

    This review has been hidden because it contains spoilers To view it, click here untuk tugas kuliah


  2. says:

    Tidak bisa disangkal, perang pasti memakan korban, baik korban yang tewas, kehilangan materi, maupun korban perang yang menjadi tawanan dan harus menderita di kamp kamp konsentrasi yang sengaja diciptakan pihak yang menang atau berkuasa Kamp konsentrasi yang dianggap paling besar dan juga paling banyak menelan korban jiwa adalah kamp konsentrasi untuk menyekap orang orang yang dianggap musuh oleh Adolf Hitler, pada masa perang dunia kedua Tentara Hitler menangkapi orang orang yang dianggap kom Tidak bisa disangkal, perang pasti memakan korban, baik korban yang tewas, kehilangan materi, maupun korban perang yang menjadi tawanan dan harus menderita di kamp kamp konsentrasi yang sengaja diciptakan pihak yang menang atau berkuasa Kamp konsentrasi yang dianggap paling besar dan juga paling banyak menelan korban jiwa adalah kamp konsentrasi untuk menyekap orang orang yang dianggap musuh oleh Adolf Hitler, pada masa perang dunia kedua Tentara Hitler menangkapi orang orang yang dianggap komunis, terutama warga Yahudi Para tawanan ini disekap dalam kamp konsentrasi, dipaksa bekerja dalam keadaan yang serba kekurangan, terutama kekurangan makanan Ternyata, ada juga warga negara Indonesia yang menjadi tawanan dalam kamp konsentrasi NAZI tersebut Salah satunya adalah Parlindoengan Loebis, tawanan yang akhirnya bebas dan kemudian bisa pulang ke tanah airnya Banyak tawanan yang tidak mampu bertahan hidup dalam tekanan psikologis, sehingga kehilangan semangat untuk hidup Tapi tidak dengan Parlindoengan, kemandiriannya pada masa kecil mampu membuatnya tetap bertahan hidup Dengan semboyan, just live for today, ya berjuanglah untuk bisa hidup hari ini, karena besok punya kesusahannya sendiri.Parlindoengan adalah seorang dokter lulusan Universitas Laiden, Belanda Tapi yang menjadi pangkal dia ditangkap oleh pasukan SS adalah karena dia pernah bergabung dengan organisasi Perhimpunan Indonesia organisasi yang memperjuangkan kemerdekaan di negeri Belanda , bahkan dia pernah menjadi ketua organisasi ini Sebagai informasi, Perhimpunan Indonesia juga pernah diketuai oleh Moh Hatta Tapi pemerintahan Hitler menganggap organisasi ini beraliran komunis, sehingga orang orang yang pernah terlibat di dalamnya harus ditangkap dan dijebloskan ke kamp konsentrasi.Selama di kamp konsentrasi, Parlindoengan menjalani kehidupan layaknya seorang tahanan perang yang menderita Tapi, pada akhirnya dia ditugaskan menjadi seorang dokter poliklinik dalam kamp, setelah tentara Jerman tahu kalau dia seorang dokter Banyak duka dan kengerian yang dialaminya selama hidup dalam kamp, disamping harus berpisah lama dengan istrinya, Jo Loebis Satu hal yang dia tidak mau lakukan sebagai dokter kamp konsentrasi adalah disuruh membunuh tawanan lainnya Dia lebih memilih dibunuh oleh tentara NAZI daripada disuruh membunuh orang lain Tapi untungnya, dia tidak pernah disuruh untuk melakukan hal tersebut.Akhirnya, kekuasaan Hitler dikalahkan oleh sekutu Para tawanan, termasuk Parlindoengan, bisa bebas Dia bisa bertemu kembali dengan istrinya, dan juga bisa pulang ke tanah airnya, Indonesia.Kehidupan di dalam kamp konsentrasi, apalagi kamp konsentrasi NAZI, sangatlah mengerikan, namun kalimat kalimat yang digunakan untuk menggambarkan kengerian itu, tidak mampu membawa imajinasi saya ke dalamnya Jadi, ceritanya terasa datar saja Apalagi, kata kata yang digunakan sangat jadul dan baku, seperti membaca buku tahun 60 an, padahal buku ini diterbitkan tahun 2006 Tapi memang, kata editor nya, buku ini sengaja dibuat dengan bahasa sesederhana dan selugas mungkin Tidak ada dramatisasi cerita Bagaimanapun juga, buku ini bisa saya jadikan sebagai sumber informasi untuk menambah wawasan sejarah saya yang memang masih sangat dangkal dan berbatu batu, apalagi pada musim kemarau Nah lohhh, ngga nyambung


  3. says:

    pengalaman fill in the blank dari seorang dokter yang juga aktivis Perhimpunan Indonesia PI , organisasi mahasiswa zaman pergerakan nasional abad 20.sebuah otobiografi yang sepertinya belum selesai kisah di buku ini hanya sampai tibanya Parlindoengan kembali menjejakkan kakinya di tanah air tercinta tahun 1947 tahun tahun setelah itu dikatakan pengantar sebenarnya masih banyak warna yang bisa digoreskan.ditulis sejak tahun 1982 dan selesai atau berhenti 1987 hal ini mungkin disebab pengalaman fill in the blank dari seorang dokter yang juga aktivis Perhimpunan Indonesia PI , organisasi mahasiswa zaman pergerakan nasional abad 20.sebuah otobiografi yang sepertinya belum selesai kisah di buku ini hanya sampai tibanya Parlindoengan kembali menjejakkan kakinya di tanah air tercinta tahun 1947 tahun tahun setelah itu dikatakan pengantar sebenarnya masih banyak warna yang bisa digoreskan.ditulis sejak tahun 1982 dan selesai atau berhenti 1987 hal ini mungkin disebabkan oleh stroke yang diderita beliau sehingga sampai akhir hidupnya tahun 1994, buku ini tetap seperti sedia kala.pengalaman membaca buku ini. untuk saya, salah satu pembaca kecil buku tipis Forensik , juga buku New Yorktimes Bestseller karya Mary Roach STIFF Kehidupan Ganjil Mayat Manusia , rasanya tetap tidak biasa. menelusuri foto foto pemandangan kamp konsentrasi,sebuah wadah besar kelihatannya seperti truk yang memuat tumpukan manusia yang tak lagi berjiwa..kuburan massal yang belum terkubur. Pak Parlindoengan sempat hanya sempat ganti baju 2x dalam enam bulan beliau termasuk rombongan tawanan yang diangkut dalam satu gerbong kereta api bersama sekitar 100 orang dalam kondisi lebih menyedihkan dari sapi yang berada dalam kondisi yang sama karena menurut beliau sapi2 tersebut masih lebih beruntung karena pemiliknya masih khawatir kalu2 sapinya mati, sedangkan serdadu itu insyAllah bersambung tidak biasa atau luar biasa


  4. says:

    Tidak banyak orang yang mengenal sosok Parlindoengan Loebis Kecuali mungkin keturunan marga Lubis Buku ini merupakan memoir kehidupan Parlindoengan Loebis selama ia disekap dalam penjara paling mengerikan sepanjang sejarah kehidupan manusia kamp konsentrasi NAZI Sebagai tokoh penting pergerakan nasional yang bersekolah dan melakukan pergerakan pasif di negeri Belanda, maka tanpa alasan lain ia harus digelandang bersama ribuan orang tak bersalah lainnya masuk ke kamp NAZI Beruntung ia adala Tidak banyak orang yang mengenal sosok Parlindoengan Loebis Kecuali mungkin keturunan marga Lubis Buku ini merupakan memoir kehidupan Parlindoengan Loebis selama ia disekap dalam penjara paling mengerikan sepanjang sejarah kehidupan manusia kamp konsentrasi NAZI Sebagai tokoh penting pergerakan nasional yang bersekolah dan melakukan pergerakan pasif di negeri Belanda, maka tanpa alasan lain ia harus digelandang bersama ribuan orang tak bersalah lainnya masuk ke kamp NAZI Beruntung ia adalah lulusan sekolah kedokteran Dengan bermodal titel sebagai dokter, ia mendapat banyak dispensasi Terutama juga, karena tenaga medis amat dibutuhkan di sana Parlindoengan Loebis, sampai saat ini, adalah satu satunya orang Indonesia yang tercatat, yang berhasil bertahan di tengah terpaan sadis anak buah Hitler itu, hingga kamp dibubarkan setelah Jerman kalah di Perang Dunia II Selepas bebas, Parlindoengan diberi pilihan untuk menjadi dokter di Jerman, dengan berbagai fasilitas sebagai kompensasi Tetapi ia memilih untuk pulang ke Indonesia, bergabung dengan rekan perjuangan seangkatannya termasuk Sutan Syahrir dan Moh Hatta sahabat sahabatnya, untuk meneruskan pergerakan memerdekakan bangsanya dari kebodohan Sebuah pilihan mulia yang tidak dibalas dengan penghargaan yang layak dari yang sudah ia perjuangkan Buku ini tak pernah dirilis hingga tahun 2006


  5. says:

    Sangat direkomendasikan untuk pembaca yang ingin tahu keadaan Perang Dunia II dari sudut pandang pelajar Indonesia, yaitu melalui sosok Parlindoengan Loebis Ia menjadi salah satu tahanan NAZI karena dituduh komunis Akan tetapi, karena pendidikan dokternya, ia dipekerjakan di kamp, dan mendapat beberapa keringangan Ia bercerita bagaimana karakter masing masing orang dari negara yang berbeda beda dalam menghadapi nasib sebagai tahanan NAZI Setelah PD II selesai, ia kembali ke Indonesia.


  6. says:

    buku ini boleh saya kasih 3,9 dari 5 bintang memoar dari parlindoengan loebis yg selama 4 tahun ditahan dan berhasil survive dikamp konsentrasi nazi. selain itu, beliau adalah salah satu aktivis dari organisasi pemuda perhimpunan indonesia yg berjuang menyuarakan hak hak kemerdekaan indonesianamun sayangnya kisah beliau berakhir di tahun 1947 ketika beliau kembali ke tanah air sebenarnya ada rasa keingintahuan kegiatan apa saja yg beliau lakukan mengabdi pada negeri ini hingga 1994


  7. says:

    bercerita tentang usaha untuk bertahan hidup, dan ternyata masih ada orang Indonesia yang disegani oleh bangsa lain.


  8. says:

    Perlu dibaca sama temen temen saya yang fanboy Nazi dan Hitlernya Bukunya masih dipinjam Gilang Ramdhan Huda Semoga bisa dibuat film yang kualitasnya mendekati The Pianist.


  9. says:

    bahasanya lucu D


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *