Setan Becak, Ayoveva, hingga Chicago May: Cerpen Terbaik


10 thoughts on “Setan Becak, Ayoveva, hingga Chicago May: Cerpen Terbaik Tempo

  1. Fitria Mayrani Fitria Mayrani says:

    Cerpen cerpen favorit Pembunuh Suami A S Laksana Setan Becak SGA Kematian Takeda Erika dan Oogata Yuko Ardy Kresna Crenata Ayoveva Triyanto Triwikromo


  2. Nadira Aliya Nadira Aliya says:

    Apaan sih Ayoveva, Chicago May, Setan Becak Penasaran banget kan dari judul judulnya Jadi saya sendiri baca buku ini, sebab kemarin telah datang ke acara Tempo Media Week di Perpustakaan Nasional yang berujung mendapatkan hadiah sebuah buku karena mengikuti peluncurannya Yey Sebab sudah diberikan cuma cuma, maka saya seperti punya hutang khusus untuk menuliskan reviewnya Jadi, inilah, semoga membantu Tempo sendiri baru pertama kali membukukan sebuah kumpulan cerpen yang berisikan 15 cerpen Apaan sih Ayoveva, Chicago May, Setan Becak Penasaran banget kan dari judul judulnya Jadi saya sendiri baca buku ini, sebab kemarin telah datang ke acara Tempo Media Week di Perpustakaan Nasional yang berujung mendapatkan hadiah sebuah buku karena mengikuti peluncurannya Yey Sebab sudah diberikan cuma cuma, maka saya seperti punya hutang khusus untuk menuliskan reviewnya Jadi, inilah, semoga membantu Tempo sendiri baru pertama kali membukukan sebuah kumpulan cerpen yang berisikan 15 cerpen cerpen terbaik pilihan editornya Di antara 15 cerpen tersebut, berlalu lalang Ayoveva, Chicago May, dan Setan Becak Pengarangnya tentu berbeda beda, beberapa sudah punya nama besar seperti Seno Gumira Ajidarma dan Aan Mansyur, dan ada pula nama nama baru yang ternyata bakatnya tak kalah dengan nama besar tersebut, seperti Ernita Dietjeria yang dari tangannya muncul Chicago May atau Triyanto Triwikromo yang darinya lahir sesosok Ayoveva Saya sempat bertanya sewaktu peluncuran bukunya, apakah ada kesamaan antara kelimabelas cerpen di dalam buku ini Modus pingin tahu juga tipe cerpen seperti apa yang bisa masuk media cetak sekelas Tempo Namun saat itu dijawab dengan sangat diplomatis, ya ada, memang ada, maka bisa lahir buku kumpulan cerpen ini Tapi nggak dijabarkan dimana kesamaannya Biar baca sendiri Iyalah Tapi setelah baca, saya jadi paham, ada satu kesamaan utama yang dimiliki cerpen cerpen di buku ini kepekaan terhadap aspek sosial dan kehidupan Lalu karakter dan cerita yang kuat, sehingga pembaca seperti bisa mengingat ingat lagi ceritanya walau sudah menutup buku dan selesai membaca halaman terakhir Walaupun terbitan Tempo, yang selama ini kita tahu merupakan media yang sebagian besar membahas politik dan sosial, tapi ternyata ada juga cerpen fiksi dengan tokoh tokoh yang hidup bukan di dunia tersebut Istilahnya, surealis Seperti misalnya cerita Aan Mansyur tentang Saya yang Membakar Kota M Sekali Lagi Ya begitu saja dia bercerita Tentang imajinasi bahwa ada suatu tempat seperti perpustakaan yang bisa meminjamkan waktu alih alih buku Atau dari cerpen Ayoveva , yang tak puas dengan lingkungannya tempatnya tinggal yang sudah bagaikan surga, dan berusaha mencari keindahan Tuhan lainnya Cerita yang nggak mungkin terjadi di dunia nyata Sementara itu, ada juga cerita cerita dengan latar belakang sosial politik yang kuat, ambil saja Setan Becak yang berkisah tentang orang orang yang hilang ketika zaman pemberantasan PKI Atau Salam Perkenalan Spesial , dengan latar berkuasanya Nazi saat itu Favoritku Pendaki Bukit Nyanyian karya Karisma Fahmi Y Sebab begitu detail, begitu memanjakan pembaca dengan kata kata yang runut dan sabar Begitu dibangun dengan dua dunia, dunia ruh dan dunia manusia Ah ya, bicara tentang ruh, hampir semua cerita dalam kumpulan cerpen ini memiliki ruhnya masing masing Akhir kata, empat bintang dan semoga Tempo menerbitkan lagi kumpulan cerpen di tahun tahun mendatang


  3. Fikri Fikri says:

    Berawal seusai membaca kumpulan cerita pendek Kompas 2009, rasa haus saya akan cerita pendek coba saya tumpahkan di salah satu media cetak lainnya yaitu Tempo Meskipun pemberitaan Tempo identik akan politik ataupun reportase investigasi Melalui buku ini, kita akan mengetahui bagaimana wajah baru Tempo, yang mencoba untuk merambah dunia sastra Dengan menerbitkan beberapa cerita pendek dari penulis terbaik untuk dimuat di dalam buku Entah karena ingin menandingi Kompas yang telah merintis kump Berawal seusai membaca kumpulan cerita pendek Kompas 2009, rasa haus saya akan cerita pendek coba saya tumpahkan di salah satu media cetak lainnya yaitu Tempo Meskipun pemberitaan Tempo identik akan politik ataupun reportase investigasi Melalui buku ini, kita akan mengetahui bagaimana wajah baru Tempo, yang mencoba untuk merambah dunia sastra Dengan menerbitkan beberapa cerita pendek dari penulis terbaik untuk dimuat di dalam buku Entah karena ingin menandingi Kompas yang telah merintis kumpulan cerpennya bertahun tahun sebelumnya, ataupun hanya sekadar ingin mendokumentasikan karya dari beberapa penulis dalam sebuah buku yang lebih mudah dibaca, biarkan Allah ataupun pengurus Tempo yang menjawabnya Tapi, harus diakui itu sebagai sebuah langkah bagus dari Tempo untuk menampilkan sisi lain dari media yang muncul tahun 1971 tentang kepeduliaannya terhadap sastra Kalau pada akhirnya, harus bersaing dengan Kompas Persaingan tersebut diharapkan dapat membawa kemajuan dalam dunia sastra yang semakin berkualitas, buku justru malah menjelek jelekkan.Melalui judul bukunya yang agak sedikit membuat penasaran, saya mencoba untuk membaca cerpen ini satu per satu Hanya saja, harus diakui bahwa ketiga judul cerpen yang terpampang dalam buku ini justru menurut saya pribadi biasa saja Saya lebih menyukai cerita pendek dari Aan Manysur tentang pembakaran di kota M ,Faisal Oddang dengan narasi para Bissunya ataupun Raudal Tanjang Banua yang begitu unik mengupas kehidupan di salah satu jalan raya di Sumatera Dan akhirulkata saya berharap buku ini bukan terakhir kalinya Tempo dalam menerbitkan kumpulan cerpennya


  4. Famega Putri Famega Putri says:

    Membaca buku bagus ini aku sedih mengingat banyak cerpen bagus yang terkubur di archive Tempo tapi nggak dijadikan buku ebook Kenapa ya Tempo nggak bikin kumpulan cerpen tahunan seperti Kompas Pasti asik ttd penggemar kumpulan cerpen.


  5. Shela Yulfia Hadist Shela Yulfia Hadist says:

    ah, semenjak perkuliahan online, waktu untuk membaca jadi lama sekali


  6. Jay Jay says:

    Hanya beberapa cerpen yang menurut saya baik Sisanya membosankan.


  7. Ramadhan Dodi Ramadhan Dodi says:

    5 7.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Setan Becak, Ayoveva, hingga Chicago May: Cerpen Terbaik Tempo ➿ Setan Becak, Ayoveva, hingga Chicago May: Cerpen Terbaik Tempo Free ➶ Author A.S. Laksana – Buyprobolan50.co.uk Imajinasi adalah setan setan nakal yang bermain main dengan pengetahuan yang kita miliki Dia mendorong kita untuk percaya terhadap sesuatu yang tidak ada Kita tahu pasti hal itu memang tak ada tapi be Imajinasi adalah setan setan nakal yang bermain Ayoveva, hingga PDF/EPUB ê main dengan pengetahuan yang kita miliki Dia mendorong kita untuk percaya terhadap sesuatu yang tidak ada Kita tahu pasti hal itu memang tak Setan Becak, PDF/EPUB ² ada tapi berpura pura bahwa dia memang ada Kenakalan setan setan imajinasi inilah yang menjadi kekuatan utama sebagian besar cerita pendek dalam buku ini.

  • Paperback
  • 148 pages
  • Setan Becak, Ayoveva, hingga Chicago May: Cerpen Terbaik Tempo
  • A.S. Laksana
  • Indonesian
  • 09 January 2018

About the Author: A.S. Laksana

AS Laksana lahir di Semarang, Jawa Tengah, Ayoveva, hingga PDF/EPUB ê Desember adalah seorang sastrawan, pengarang, kritikus sastra, dan wartawan Indonesia yang dikenal aktif menulis cerita pendek di berbagai media cetak nasional Setan Becak, PDF/EPUB ² di Indonesia Ia belajar Bahasa Indonesia di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Semarang kini Universitas Negeri Semarang dan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta Becak, Ayoveva, hingga PDF/EPUB ã Dia juga menjadi salah satu pendiri majalah Gorong Gorong BudayaLaksana pernah menjadi wartawan Detik, Detak, Tabloid Investigasi, dan kemudian mendirikan dan jadi pengajar sekolah penulisan kreatif Jakarta School Kini dia aktif di bidang penerbitanKumpulan cerita pendeknya, Bidadari yang Mengembara, dipilih oleh Majalah Tempo sebagai buku sastra terbaik wikipedia.